Hidup adalah sebuah siklus, seperti metamorfosis pada kupu-kupu, manusia pun mengalami hal serupa, dari lahir, tumbuh, dan menjalani hidup hingga akhirnya kembali ke dekapan Sang Maha Pemilik.
Kedai Nyamin bersama dengan Lodji Londo tengah menjadi ruang untuk kembali merengkuh diri, dan memahami apa itu “Hidup” melalui pameran seni kolektif mandiri bertajuk “Imaji Ruang Hidup”.
Sebanyak 31 seniman dari 13 kota/kabupaten seperti Semarang, Purwokerto, Blora dan lainnya berkolaborasi dengan satu tujuan yang sama, yakni menciptakan ekosistem seni budaya yang sustainable di kota Semarang.
Hal ini disampaikan oleh pemerhati kreatif sekaligus penanggung jawab Kedai Nyamin dan art space Swargalokal, Hana Hastuti kepada iksdotcom pada hari Sabtu (11/7/2026).
“Berawal dari diskusi bersama BYOS (Bring Your Own Semarang) dari lintas disiplin seperti musisi, kementerian kebudayaan, aktivis, dosen, dalang, wartawan, awalnya dari kegelisahan kenapa di Semarang itu ekosistemnya belum terbentuk dalam perihal kebudayaan atau kesenian, dari diskusi bersama kurang lebih sekitar 40 orang dengan lintas disiplin yang berbeda, akhirnya kita bertanggung jawab at least di Semarang ini basecamp (seni) nya di mana ya, kalau mau beli karya itu ke siapa ya? Seniman Semarang tu siapa ya?” jelas Hana kepada iksdotcom saat ditemui di Kedai Nyamin.
Menurut Hana, berdasarkan diskusi tersebut, mereka mengamini bahwa siklus hidup bermula dari fase lahir, fase bibit, fase panen kemudian fase kehancuran.
Pameran seni perdana, bertajuk “Imaji Ruang Hidup” dibawa dengan harapan setelah mengunjungi pameran ini, energi atau spirit “hidup” bisa diterapkan kepada pengunjung, atau seniman, atau pelaku pemerhati kreatif dimanapun berada.
Salah satu instalasi yang sarat makna, dipajang di dekat jendela kaca ruang Swargalokal. Sebuah lukisan seorang bayi yang tertidur lelap dengan balutan kain serupa selendang, di bawahnya sebuah lemari pakaian penuh dengan pakaian bayi.
Karya dari seorang bapak yang telah di tinggal anak tercintanya berpulang saat usianya baru menginjak 3 bulan. Suasana tenang berdampingan dengan penerimaan dan keikhlasan terasa pekat saat memasuki ruang pameran.
Pameran seni ini telah dibuka sejak 10 Juli hingga 10 Agustus mendatang di Kedai Nyamin, Jalan Elang Raya No.28, Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Mari sejenak mengambil waktu, untuk memaknai kembali “hidup” melalui pameran Imaji Ruang Hidup.