Menikmati secangkir kopi, sembari bercengkrama dengan orang-orang terdekat merupakan budaya yang lekat dalam masyarakat Indonesia.
Kopi memiliki sejarah panjang di tanah air kita tercinta, berawal dari era kolonialisme Belanda pada tahun 1696 pihak kompeni Belanda membawa bibit kopi Arabika jenis Malabar ke Batavia (Jakarta). Meski sempat gagal akibat banjir, budidaya kopi ini berhasil pada tahun 1706 dan menjadikan pulau Jawa sebagai penghasil kopi komersial pertama di luar Arab dan Ethiopia.
Hingga kini, “ngopi” jadi budaya turun temurun yang menjangkau berbagai kalangan. Tapi, pernah nggak sih lur, kamu penasaran bagaimana panjangnya proses sebutir biji kopi hingga akhirnya siap di seduh di meja kita? Mengetahui jenis dan proses pembuatan kopi tentu jadi hal yang sangat menarik untuk ditelisik.
Pengalaman seru dari memetik buah kopi langsung di kebun hingga siap seruput di meja kita sendiri kini tengah disuguhkan oleh Roomah Osing Coffee, sebuah kedai kopi yang terletak di Dusun Gedeg, Desa Genting, Sumowono, Kabupaten Semarang.
Selama musim panen raya ini, Osing Coffee menggelar “Coffee Trip” yang memberikan pengalaman yang tak akan terlupakan bagi pecinta kopi. Dulur akan diajak, jalan- jalan bersama di kebun kopi, memetik sendiri buah kopi, mengenal proses pasca panen, melihat langsung proses sangrai kopi, menggiling kopi hingga siap diseduh ditengah asrinya alam bawah kaki Gunung Ungaran.
Pengalaman ini digelar setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB, selama bulan Juli hingga bulan Agustus 2026. Menariknya akan ada beragam merchandise yang bisa dulur dapatkan saat mengikuti “Coffee Trip” ini, terkait detail informasinya, dulur bisa mengunjungi akun Instagram @osingcoffee_.