Oli merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan, cairan ini berfungsi untuk melumasi mesin, keberadaannya menjaga mesin kendaraan agar awet dan tidak cepat rusak.
Namun setahun belakangan, terungkap kasus beredarnya oli palsu di masyarakat dengan kemasan merk terkenal yang harganya lebih murah dari harga asli. Salah satu pengungkapan kasus oli palsu terjadi di Cianjur, Jawa Barat pada bulan November 2025 lalu dimuat dalam laman Youtube akun milik Metro Tv pada 2 November 2025.
Penggunaan oli palsu sangat merugikan pemilik kendaraan, yang awalnya ingin lebih irit malah makin boncos, pasalnya mesin motor jadi cepat panas, penggunaan bahan bakar yang boros, hingga bunyi bising yang keluar dari motor yang bisa berujung pada turun mesin, duh bahaya banget ya lur! Jadi gimana ya cara mengenali oli palsu yang beredar kini?
Dikutip dari laman planteban.com pada hari Jumat (8/5/2026), ciri-ciri oli palsu dapat dikenali dengan melihat kemasan oli, kemasan oli palsu cenderung punya warna yang pudar dan kurang tajam, perhatikan juga pada bagian tutup kemasan, biasanya tutup oli palsu cenderung berantakan.
Botol oli palsu biasanya memiliki banyak goresan bahkan penyok karena menggunakan botol bekas. Selain itu, label pada oli palsu biasanya memiliki label buram serta tidak terdapat hologram di botol olinya.
Warna oli palsu akan tampak gelap, kusam dan konsistensinya lebih encer daripada oli asli, aromanya tajam mengganggu, ini merupakan indikator adanya zat tambahan yang tak seharusnya ada pada oli. Oli palsu biasanya tidak terdapat barcode, apabila ada pun barcode biasanya rusak atau tidak jelas.
Dengan mengenali ciri-ciri oli palsu, kita dapat menghindari kerugian besar yang dapat disebabkan oleh penggunaan oli palsu pada kendaraan kita.