Ada yang ngerasa nggak lur? Pagi tadi Kota Semarang dingin buanget! Mungkin ada yang bertanya-tanya, sebagian lagi udah nebak kalau siangnya bakal panas “kentang-kentang” alias panas banget karena perubahan musim ke musim kemarau.
Fenomena peralihan musim dengan ditandai dengan penurunan suhu drastis pada malam hingga dini hari ini disebut “bediding” lur, tapi nggak perlu khawatir ya, dikutip dari laman suara.com pada hari Senin (8/6/2026), BMKG bilang ini hal yang lumrah terjadi pas musim kemarau.
Kok bisa dingin? Nah ada dua faktor utamanya lur, yakni angin Monsun Australia dan Langit yang lagi minim awan, karena tidak ada tutupan awan yang menahan panas bumi di malam hari, jadi panas permukaan bumi ini, langsung terlepas ke atmosfer dan bikin udara jadi dingin lur.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan, fenomena Bediding ini bukan pertanda cuaca ekstrem, proses pendinginan bumi juga diperkuat oleh tingkat kelembapan udara yang rendah di lapisan permukaan serta masifnya pengaruh aliran massa udara kering yang bertiup dari benua Australia yang melewati negara kita, jadi nggak perlu khawatir ya lur.
Sebagai pengingat, cuaca kemarau bikin debu makin mudah bertiup, artinya tubuh kita akan lebih mudah terpapar bakteri maupun virus, ditambah dengan cuaca yang akan sangat terik di siang hari. Ada baiknya kita tetap menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air putih, serta jangan lupa minum multivitamin setiap hari, agar tubuh nggak gampang sakit ya!