Sedang ramai di media sosial instagram seorang food vlogger asal jogja @dyodoran yang hendak meliput salah satu tempat jajan legendaris di Kota Semarang, yaitu Leker Paimo, nampak dalam video yang diupload mas Dyo, sapaan akrab oleh followersnya seorang ibu yang menjawab dengan ketus setiap pertanyaan yang dilontarkan mas Dyo saat meliput kedai sederhana tersebut.
“Udah ada 20 tahun bu?”, tanya mas Dyo kepada ibu pedagang leker.
“Rak mood aku”, jawabnya.
“Oh hahaha, udah ada, ini kita dari jogja bu haha”, timpal mas Dyo.
“Ra tekok”, jawab sang ibu ketus.
Sontak video yang beredar memancing beragam reaksi netizen dalam kolom komentar postingan @dyodoran tersebut.
Seperti komentar yang dilontarkan akun @adebakhti, “Iso ngono ya sengak e… Duh Gusti.. Mungkin sudah ngerasa paling Legend diatas angin… Isin aq dadi wong Semarang..”
“Dari dulu ternyata ga berubah servicenya”, tulis @evan_media.
Banyak tanggapan miring terkait customer service yang dilakukan oleh pihak Leker Paimo. Tak sedikit yang mengecam sikap ketus sang penjual. Meski demikian nyatanya masih ada cukup banyak penggemar leker Paimo ini loh. Namun tahukah kamu sejarah Leker Paimo?
Leker Paimo telah berjualan sejak tahun 1978. Awalnya Paimo bekerja ikut dengan orang China yang memproduksi kue leker, hingga beberapa tahun kemudian Paimo mantap untuk berjualan sendiri menggunakan modal uang gaji yang dia peroleh saat bekerja. Dia memulai bisnisnya dengan menjajakannya keliling dan mangkal di depan sekolahan. Menurut Paimo, ia sering berinovasi dalam menciptakan varian leker saat malam, selepas ia selesai jualan. Ia mengaku isian leker itu ia ciptakan sendiri dan dinikmatinya sendiri. Untuk mendapatkan masukan dan memastikan kenikmatan inovasi varian lekernya, ia suka menjajakan gratis kepada pelanggannya.
Ia mengungkapkan hingga saat ini sebenarnya banyak varian leker yang telah ia ciptakan. Namun, karena harga produksinya terlalu mahal pelanggannya keberatan untuk membeli. Sehingga, inovasi varian leker itu tidak jadi dijual olehnya. “Ada dua rasa yang tertolak karena harganya mahal, bukan rasanya tidak enak,” papar dia. Kini Leker Paimo menetap di Jalan Karang Anyar No.37, Brumbungan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang.
Total ada sekitar 25 varian rasa leker yang disajikan mulai dari yang manis hingga gurih pedas. Varian yang populer disini ada leker sosis mozarella dan leker nutella keju. Harga lekernya mulai dari Rp. 2.500 - Rp. 35.000, jika ingin berkunjung ke leker paimo kalian bisa datang di jam 10.00 - 17.00 WIB setiap hari Senin- Sabtu. Tertarik mengicipi lekernya lur?