Pernahkah kamu mendengar suara burung yang melengking pada sore menjelang malam hari? Suaranya "cuaak.. cuak...", awalnya terdengar pelan, hingga lama kelamaan melengking nyaring. Itulah burung kedasih!
Kemunculan suara burung kedasih dipercaya membawa pertanda buruk bagi masyarakat Jawa, burung ini kerap dikaitkan dengan pertanda kematian.
Konon, bila suaranya terdengar hingga beberapa hari, misalnya 1-2 hari, maka hal tersebut dipercaya akan ada berita duka. Bahkan bagi beberapa orang terutama di pedesaan Jawa, Kedasih dianggap sebagai burung pembawa musibah.
Kedasih memang kerap ditemui di daerah pedesaan, biasanya ia hinggap di area persawahan, pepohonan, dan semak belukar, untuk memangsa serangga dan buah-buahan kecil.
Ketika kicauannya melengking panjang namun terdengar sendu, membuat pendengarnya bisa ketakutan. Suaranya seakan jauh seperti merintih, namun semakin kuat bila didengarkan, menjadikan burung ini terdengar begitu menakutkan.
Suaranya yang kencang membuat orang takut dan bingung, ini karena burung kedasih jarang terlihat wujudnya, hal tersebut karena bulu kedasih berwarna gelap dan kemunculannya di waktu sore menjelang malam, sehingga semakin menyamarkan keberadaannya.
Kedasih seakan tidak menampakkan wujudnya. Sehingga memperkuat aura mistis burung ini bagi siapapun yang mendengar suaranya.
Burung Kedasih juga terkenal licik dan kejam karena merebut sarang burung lain, dengan menaruh telurnya agar diasuh burung lain, burung kedasih cilik yang berhasil menetas akan menjatuhkan telur atau anak burung lain agar burung lain membesarkan dia saja
Kedasih lebih suka bersembunyi di balik pepohonan atau dedaunan. Sifatnya yang pemalu dan licik, membuatnya jarang menampakan diri secara terang-terangan. Hal itu merupakan cara unik burung ini untuk tetap bertahan hidup.