Pohon Beringin atau dalam bahasa Jawa disebut Waringin, merupakan salah satu spesies pohon yang banyak dijumpai di Indonesia.
Waringin merupakan spesies dari famili Moraceae satu keluarga dengan pohon nangka. Pohon yang biasa dikenal sebagai rumah makhluk tak kasat mata ini, memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan sekitarnya. Kemampuannya dalam menyimpan air begitu penting saat musim kemarau melanda.
Namun tahukah kamu Lur? Ternyata buah dari pohon yang memiliki akar gantung ini buahnya selain sebagai sumber makanan bagi burung, juga memiliki manfaat untuk manusia juga loh!
Dikutip dari laman halodoc.com, berdasarkan catatan pengobatan tradisional dan didukung oleh riset farmakologi modern, buah beringin merupakan obat alami untuk mengatasi diare dan disentri.
Buah beringin kaya akan kandungan tanin yang memberikan efek astringen pada saluran pencernaan, astringen bekerja dengan cara menciutkan jaringan mukosa usus, sehingga mengurangi sekresi cairan berlebih ke dalam rongga usus.
Buah beringin juga memiliki sifat antimikroba dari senyawa saponin dan flavonoid yang membantu melawan bakteri penyebab infeksi usus seperti Escherichia coli dan Salmonella.
Ekstrak buah pohon beringin juga dapat digunakan untuk membantu menjaga sistem imunitas tubuh, mendukung kesehatan kulit dan penyembuhan luka serta regulasi gula darah.
Namun demikian, penggunaan dan pengolahan buah beringin perlu dilakukan dengan hati-hati. Dalam laman halodoc.com, untuk menggunakan buah pohon beringin sebagai obat, pertama ambil segenggam buah pohon beringin yang sudah matang optimal, ditandai dengan warna buah yang sudah merah kehitaman.
Cuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotoran serta getah berlebih yang menempel pada kulit buah. Setelah dicuci, rebus buah beringin dengan 2 hingga 3 gelas air, didihkan hingga airnya tersisa setengahnya.
Saring air rebusan tersebut, biarkan hangat lalu dapat diminum secara teratur, namun perlu diperhatikan apabila setelah mengonsumsi herbal ini, Dulur menunjukkan reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal atau mual segera hentikan pemakaian. Apabila gejala sakit tidak membaik dalam kurun waktu 2-3 hari segera lakukan konsultasi medis guna mendapatkan penanganan yang tepat.