Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia yang berulang tahun kini sudah dimulai. Di wilayah Jawa Tengah (Jateng) sendiri tercatat sebanyak 881 puskesmas menyediakan pelayanan pemeriksaan gratis.
Program pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan dengan aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM) ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Syah Suminar, berlaku untuk semua usia dari bayi baru lahir hingga lansia.
“Mulai dari bayi lahir usia 25 jam. Jadi idealnya 48 jam, tapi setelah 24 jam dilakukan pemeriksaan tertentu yang nanti akan ketahuan apakah misalnya hipertiroid, lemah jantung, itu jadi sudah dideteksi dari awal,” terang Yunita di Puskesmas Pandanaran, Kecamatan Semarang Selatan, Senin (10/2/2025).
Program tersebut menurut Yunita, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan mencegah penyakit baik yang menular maupun tidak menular.
“Saat ini yang utama baru Puskesmas untuk pemeriksaan gratis. Nanti berikutnya semua Puskesmas dan Klinik yang bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS). Untuk tahap pertama pemeriksaan akan dilakukan di semua Puskesmas di Jawa Tengah, ada 881,” jelas Yunita.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini meliputi pemeriksaan mulai dari gigi, telinga, mata, hipertensi, TBC, gula darah, jantung, kanker serviks dan pemeriksaan kesehatan jiwa.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan gratis, harus terlebih dahulu mendownload (mengunduh) aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM), melalui aplikasi tersebut anda akan diberikan waktu selama 30 hari untuk menentukan kapan akan melakukan pemeriksaan.
Namun tak perlu khawatir bagi calon pasien yang tidak memiliki handphone. Anda bisa langsung datang ke puskesmas terdekat, nantinya petugas puskesmas akan membantu mengarahkan.
“Seyogyanya memang dilakukan di tempat asal. Tapi kalau tidak ada waktu, tidak masalah. Untuk kuota per harinya 30 peserta. Tetapi kalau ada yang datang nggak mungkin ditolak,” tutur Yunita.
Yunita berharap dengan adanya pemeriksaan gratis ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan.
Terpisah Kepala Puskesmas Bulu Lor Dien Hasana mengatakan bahwa cek kesehatan gratis tersebut telah dilakukan sejak awal bulan Januari lalu.
“Januari sudah ada masyarakat yang cek kesehatan gratis, karena sudah pada terinfo dari sosmed dan flyer. Dari awal Januari kita juga sudah infokan dari pertemuan kader. Kami melayani di dalam gedung di Puskesmas Induk, Puskesmas Pembantu dan sekolah,” tutur Hasana.
Hasana mengaku pelaksanaan program mengalami kendala, pasalnya pemeriksaan kesehatan setidaknya membutuhkan waktu selama satu jam lebih per pasiennya.
“Kendala kami kemarin masyarakat belum semuanya paham dengan waktu yang diperlukan. Karena pemeriksaan tidak sebentar, jadi perlu meluangkan waktu satu jam lebih. Pernah ada yang belum tuntas tapi ada kegiatan lain, jadi dijadwalkan lain hari,” terang Hasana.
Meski adanya tambahan program baru, Hasna mengaku tidak ada tambahan petugas, namun para petugas dibagi agar ada yang menjaga pos untuk pemeriksaan gratis.
“Kalau hitung- hitungannya, pemeriksaan kesehatan gratis bisa menghemat lumayan, soalnya kalau nggak BPJS itu ada biaya pendaftaran, periksa laborat, pemeriksaannya, bisa sampai ratusan ribu rupiah,” tutur Hasana.
Hasana berharap masyarakat bisa memanfaatkan program yang disediakan pemerintah itu untuk membantu mendeteksi penyakit secara dini sehingga bisa langsung tertangani.