Viral di media sosial Instagram curhatan seorang warga Kota Semarang yang mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari seorang kondektur bus Trans Semarang yang diduga memaki dan mengancam saat menaiki bus Trans.
Tangkapan layar percakapan tersebut diunggah oleh akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang pada hari Jumat (25/9/2026).
Dalam tangkapan layar tersebut, penumpang mengaku mendapatkan perlakuan buruk saat naik bus Trans yang berawal saat penumpang menunggu di koridor Halte BRT Milo hingga satu jam lamanya. Bus BRT terus melalui halte tersebut tanpa berhenti, penumpang tersebut kemudian mengirim pesan ke nomor BRT untuk meminta bantuan pada Trans Semarang pusat Simpang Lima.
Setelahnya satu BRT kemudian berhenti, saat masuk ke dalam BRT, penumpang tersebut mengaku dilontari kata-kata kasar karena pelaku yang mengenakan seragam putih hitam mengira korban membuat laporan pengaduan yang tidak benar. Penumpang sempat membayar dengan uang Rp50 ribu, namun uang kembalian tidak diberikan dan hanya diberikan tiket naik saja.
Penumpang tersebut kemudian diturunkan di halte terdekat dan tidak diperbolehkan naik BRT, dan apabila melaporkan ke dishub atau akun trans semarang, penumpang tersebut akan dicari oleh petugas tersebut.
“Monggo (trans semarang) segera diselesaikan ojo inggah inggih,” tulis akun @dinaskegelapan_kotasemarang dikutip pada hari Senin (28/9/2026).
Menanggapi adanya insiden tersebut, pihak Trans Semarang mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK) kepada petugas bersangkutan.
Dikutip dari laman Detik.com pada hari Senin (28/9/2026), Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan kepada Detik.com, petugas tersebut terbukti melakukan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan telah dikenakan hukuman disiplin berupa Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK).
Keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan SK Kepala BLU UPTD Trans Semarang No.800/4223/IX/2026 tertanggal 26 September 2026. Haris juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.