Sebuah motor merek Honda Vario Plat H 6191 DJ warna putih di wilayah Krajan, Mangkang Wetan, yang dibawa kabur oleh seorang pria berbusana serba hitam dengan helm warna hitam kini dikembalikan ke tempat semula dengan sepucuk surat dari terduga pelaku.
Kejadian saat motor tersebut dibawa kabur terjadi pada hari Jumat (28/8/2026) sekira pukul 11.50 WIB, dan terekam kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @kejadiansmg ditinjau pada hari Selasa (1/9/2026).
Pada hari Senin (31/8/2026) sekira pukul 02.48 WIB, berdasarkan rekaman CCTV, terduga pelaku datang dan menaruh motor tersebut kembali ke tempat semula. Terduga pelaku terlihat memarkirkan kendaraan, lalu berjongkok di bagian roda depan kendaraan, kemudian berlari pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Dalam sepucuk surat tersebut tertulis permintaan maaf terduga pelaku yang mengaku khilaf dalam kondisi mabuk, dan tidak bermaksud mengambil di wilayah bapak Pilus. Ia juga menyampaikan bahwa ia panik karena hampir di-massa, dan membawa kendaraan tersebut untuk kabur dari kejaran warga.
“Assalamualaikum.. dengan pemilik motor ini sama pak Pilus kulo khilaf, kulo mboten sadar pas niku soale dalam kondisi mabok. Kulo nyuwun ngapuro engkang katah kaleh pemilik motor kaleh Bapak Pilus. Saya mboten gadah niatan mundot ten daerahe Bapak Pilus. Kulo terus terang panik pas niku amargo kulo ajeng di masa. Makane kulo nyangkeng motor niku cuma damel mlayu tok pak menghindar saking masa. Ngapurane karena kulo panik ten dalan pate kulo copot. Mangke pihak keluarganeku kersane pesen plat e Bapak yang punya motor niki. Sekali lagi kulo minta maaf Bapak pemilik motor kaleh keluarga Bapak Pilus,” tulis terduga pelaku dalam sepucuk surat bertanda tangan yang ditinggalkannya.
Meski ada iktikad mengembalikan dan alasan panik, tindakan mengambil barang milik orang lain tanpa izin tetaplah perbuatan melanggar hukum. Diimbau kepada seluruh warga, agar selalu mengunci ganda kendaraan Anda apabila terpaksa ditinggal di luar pagar tanpa pengawasan untuk menghindari kejadian serupa.