Semarang darurat kreak, Semarang darurat gangster kini kalimat itu muncul sejak banyaknya kejadian tawuran antar gangster di Ibukota Jawa Tengah yang tak hanya menelan korban luka namun juga korban jiwa baik dari kelompok yang berseteru bahkan warga masyarakat yang tak tahu menahu.
Kegiatan para remaja tanggung yang saling acung dan tebas senja tajam tanpa tujuan itu menebarkan kekhawatiran dan teror kepada masyarakat Kota Semarang. Setidaknya ada 29 kelompok gangster yang tersebar di seluruh wilayah Kota Semarang dengan 11 zona merah lokasi yang kerap dijadikan ajang tawuran para kreak- kreak ini.
Dilansir dari berbagai sumber, tercatat sebanyak 117 anggota gangster telah diamankan selama periode bulan Januari - September 2024.
“Dalam sepekan terakhir ada lima kejadian melibatkan 49 anak dan 23 anak telah ditahan, serta satu orang korban jiwa akibat salah sasaran yakni mahasiswa Udinus Semarang asal Jepara Muhammad Tirza Nugroho Hermawan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, Senin (23/9/2024).
Perlu diwaspadai dan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk penanganan gangster yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat, berikut 11 zona merah lokasi yang kerap dijadikan arena tawuran para gangster yakni; Genuk, Jalan Arteri, Jalan MT Haryono, Jalan dr.Cipto, Semarang Utara, Gunung Pati, Gayamsari, Kelud, Tembalang dan Pedurungan.
Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk dapat melaporkan kegiatan mencurigakan seperti remaja yang pesta miras di ruangan publik, sekelompok pemuda atau orang yang bersenjata tajam atau menyimpan sajam, adanya gerombolan gangster maupun balap liar melalui aplikasi Libas atau menghubungi 110/ 0811271845 demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.