Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Semarang Raya menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Tugu Muda Semarang pada hari Rabu (26/8/2026) sekira pukul 16.00 WIB.
Massa aksi sempat disambut dengan pengamanan berlapis tiga dari pihak kepolisian di Jalan Pemuda. Mahasiswa kemudian melakukan orasi dan menyuarakan tuntutan di Jalan Pemuda sebelum akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB, mahasiswa berhasil melakukan negosiasi dengan pihak berwenang hingga diperbolehkan untuk melakukan aksi di Tugu Muda.
Mereka menyuarakan lima tuntutan rakyat, yakni:
Dikutip dari laman Kompas.com pada hari Kamis (27/8/2026), Koordinator lapangan aksi, Fadhil dari Universitas Diponegoro (Undip) mengatakan kepada Kompas.com, bahwa pemilihan lokasi Tugu Muda memiliki nilai simbolis karena menjadi bagian dari sejarah perjuangan pemuda dan masyarakat Semarang dalam Pertempuran Lima Hari pada Oktober 1945.
Selain itu, pemilihan lokasi Tugu Muda juga karena massa merasa tuntutan yang sebelumnya disuarakan di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah tidak mendapat respons pemerintah.
Menurut Fadhil, aksi di Tugu Muda tersebut menjadi bentuk gebrakan mahasiswa setelah berbagai tuntutan yang sebelumnya disuarakan belum mendapat penyelesaian konkret.