Ramai beredar di media sosial, video yang menampilkan kerumunan massa di kawasan Universitas Negeri Semarang pada hari Rabu (17/6/2026) sekira pukul 23.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram @kejadiansmg, dikutip pada hari Kamis (18/6/2026), kerumunan tersebut terjadi karena adanya seorang pria diduga pelaku pelecehan yang tengah dikepung.
Berawal dari postingan di media sosial X (Twitter) akun @unicefess pada hari Rabu (17/6/2026) pukul 06.08 WIB yang menginformasikan adanya seorang pria yang melakukan chat melalui WhatsApp, yang mengarah pada pelecehan pada saat menjadi pelanggan jastip dan layanan antar jemput.
Tak berselang lama, berdasarkan postingan akun tersebut, pria yang bersangkutan berencana bertemu langsung dengan pihak- pihak korban pada pukul 20.00 WIB di depan gedung serba guna Unnes dan membuat video permintaan maaf serta klarifikasi, hingga terjadilah kerumunan masyarakat seperti dalam unggahan akun @kejadiansmg.
Dalam unggahan tersebut juga disertakan salah satu screenshot chatting terduga pelaku, kepada korban.
“Kakaknya hyper ga,” tulis terduga pelaku dalam screenshot chatting.
Berdasarkan penelusuran, kami menemukan informasi pernyataan resmi pihak Unnes Market Group (UMG) oleh akun Instagram its._anggita terkait kejadian tersebut, pihaknya membenarkan bahwa salah satu korban yang menyampaikan pengalaman pelecehan tersebut merupakan driver perempuan yang terdaftar dan tergabung dalam naungan komunitas UMG.
Pihaknya juga mengatakan bahwa ada lebih dari satu orang yang mengalami dugaan pelecehan verbal oleh terduga pelaku. Terduga pelaku merupakan mahasiswa Unnes dan bukan merupakan anggota maupun driver dalam komunitas UMG.
Terduga pelaku juga sempat melakukan klarifikasi serta membuat video permintaan maaf sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.
Dikutip dari laman detik.com, pada hari Kamis (18/6/2026), Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, mengatakan bahwa pelaku kini sudah diamankan di Polrestabes Semarang dan tengah menjalani proses klarifikasi.