Kreak kembali beraksi di Kota Semarang, kali ini mereka melakukan kegiatannya di Jalan Tambak Dalam Raya, Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari depan SMP 4 Semarang pada hari Minggu (24/5/2026) sekira pukul 04.00 WIB.
Sejumlah remaja laki- laki beratribut khas, membawa senjata tajam panjang berlarian kesana kemari demi eksistensi yang tak membawa manfaat bagi diri maupun orang lain. Video terkait aksi para kreak ini, diunggah salah satunya oleh akun @kejadiansmg pada hari Minggu (24/5/2026).
“Kreak mental patungan dini hari tadi di Jalan Tambak Dalam depan SMP 4 Semarang. Para sampah membawa senjata tajam dowu dowu (panjang-panjang) bagai malaikat pencabut nyawa. Ki nek ono seng do mokat di jarke wae jane (ini jika ada yang meninggal dibiarkan saja harusnya),” tulis akun @kejadiansmg.
Unggahan tersebut menuai ragam respon dari netizen, beberapa menyarankan agar pihak kepolisian melakukan pembentukan tim khusus untuk mengatasi fenomena kreak di kota ini.
“Semarang perlu tim pemburu kreak & begal @resmobpolrestabessemarang,” tulis akun demikian_endingnya.
“Jan jan e semarang di nduwe polisi patroli po rak? Saben wes bar maghrib kok ra tau nemu polisi ning ndalan ndalan. Lha po polisi ki kerja ne nine to five? (Sebenarnya semarang ini punya polisi patroli nggak? Setiap setelah maghrib kok nggak pernah ketemu polisi di jalan-jalan. Apa polisi itu kerjanya nine to five?),” tulis akun taufanridhoaditomo.
“Mereka bebas ngebantai warga, tp giliran warga menindak mereka malah warga di penjara,” tulis akun sugeng_ariyadi007.
Fenomena kreak, merupakan salah satu penyakit yang terjadi di tengah masyarakat, tindakan terukur dari pihak berwenang sangat diperlukan guna memberikan efek jera kepada para pelaku perusak kenyamanan dan keamanan warga, namun selain itu keterlibatan orang tua, serta lingkungan juga diperlukan dalam pengendalian perilaku remaja yang sudah terlalu beringas. Apabila warga melihat kejadian serupa segera laporkan kepada pihak kepolisian melalui aplikasi LIBAS untuk mendapat respon cepat.