Kecelakaan terjadi di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang di Jembatan pos 4 di jalur arah Pelabuhan Tanjung Mas pada hari Rabu (23/7/2025) sekira pukul 17.00 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan satu truk muatan besi rosok yang terguling dan menimpa seorang pengendara motor.
Video terkait kecelakaan tersebut diunggah salah satunya oleh akun @kejadiansmg pada Rabu (23/7/2025). Dalam video yang beredar nampak sebuah truk berwarna merah dengan muatan besi rosok terguling hingga menutup hampir satu ruas jalan arah Tanjung Mas.
Nampak juga seorang pengendara motor yang tertimpa muatan besi truk tersebut, terjepit di antara muatan dan pembatas jembatan di sisi kanan.
“Inalillahi, kecelakaan lur lokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso Pos 4 Pelabuhan Tanjung Mas. Kecelakaan dialami truk muatan rosok terguling dan menimpa pengendara motor. Korban MD (Meninggal Dunia), semoga ditempatkan disisi Tuhan YME,” tulis akun @kejadiansmg dalam unggahannya dikutip Kamis (24/7/2025).
Dikutip dari laman radarsemarang.jawapos.com pada Kamis (24/7/2025), diketahui korban pengendara motor yang terjepit diantara muatan truk dengan pembatas jembatan berhasil dievakuasi oleh anggota SAR Semarang bersama dengan tim gabungan relawan dan masyarakat sekitar dalam kondisi meninggal dunia empat jam usai kejadian sekira pukul 19.15 WIB.
Evakuasi sempat mengalami kendala karena adanya aliran listrik di besi pembatas jalan yang juga ada lampu PJU sehingga tim SAR dan gabungan harus menunggu pihak PLN datang dan mematikan arus listrik.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban menggunakan alat ekstrikasi dan power source yang berfungsi untuk membuat celah antara muatan besi dengan korban, sehingga korban dapat dikeluarkan dari reruntuhan besi.
Anggota Basarnas Semarang, Muhammad Al Hadad mengatakan, hanya ada satu korban dalam kejadian ini, namun pihaknya juga menyebut ada informasi lain menyampaikan adanya dua korban yang tertimpa.
Menurut Al Hadad, pihaknya hanya melihat satu korban, pihak sopir truk juga mengatakan hal senada, sedang pengendara lain ada yang menyebut dua korban, jika benar ada satu korban lain dibutuhkan alat berat untuk mengangkat bodi truk. Al Hadad menambahkan, proses evakuasi bodi truk bukan kewenangan Basarnas.