Robohnya jembatan yang menghubungkan akses warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah menuju Kelurahan Mangunharjo pada hari Kamis (15/1/2026) pada pukul 21.00 WIB membuat aktivitas warga terganggu.
Pasalnya jembatan ini menjadi akses keluar- masuk warga menuju Kelurahan Mangunharjo, dan membuat ratusan warga terisolir hingga kini. Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat ini roboh akibat derasnya arus Sungai Beringin. Untuk beraktivitas, kini masyarakat setempat menggunakan getek yang terbuat dari bambu dan djirigen plastik sebagai pelampung.
Dikutip dari laman kompas.com, pada hari Sabtu (31/1/2026), Pemerintah Kota Semarang akan menjadikan perbaikan jembatan dan penataan bantaran sungai sebagai program prioritas. Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan, pihaknya akan memfokuskan perbaikan yang berdampak langsung.
Menurut Agustina, langkah ini dinilai lebih efektif sebagai solusi jangka menengah dan panjang dalam pengendalian banjir. Dia juga telah menginstruksikan kepada Pejabat Sekretaris Daerah, bersama Bappeda, Dinas PU, BPDB, dan OPD terkait, untuk melakukan pengecekan langsung serta mengoptimalkan dana opersaional dan pemeliharaan guna menyelesaikan persoalan banjir, khususnya di wilayah timur dan barat Kota Semarang.
Agustina juga mengatakan, penggunaan anggaran akan digunakan dengan tepat sasaran, pihaknya akan mengoptimalkan saluran yang sudah ada, apabila terdapat bangunan, pihaknya akan berkomunikasi secara baik dengan warga.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman atau yang akrab disapa Pilus, mengatakan hingga kini kondisi warga RW 7, Kelurahan Mangkang Wetan masih terisolir. Pilus menjelaskan kepada kompas.com, bahwa warga harus mengeluarkan biaya setiap kali menyebrang sungai untuk beraktivitas, besaranya berkisar antara Rp 2.000 - Rp. 4000 dalam sekali jalan.
Pilus mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar segera turun tangan memberika solusi agar warga bisa kembali beraktivitas dengan normal. Ia juga mengingatkan adanya potensi risiko keselamatan warga saat melintas sungai menggunakan getek. Apalagi pada saat musim hujan debit sungai tak menentu, hal ini tentunya membahayakan keselamatan warga.