Sidak dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menjelang Natal dan Tahun Baru di Semarang pada Selasa (17/12/2024). Dalam sidak ini, petugas menemukan makanan kadaluarsa, tanpa izin edar, dan juga menarik peredaran jajanan asal China, Latiao.
BPOM dan dinas terkait di Kota Semarang melakukan pengecekan di sejumlah lokasi termasuk toserba di Jalan Siliwangi Kota Semarang, mereka mengecek mulai dari makanan kemasan, makanan segar, hingga parcel.
“Ini rangkaian kita laksanakan dalam intensifikasi pengawasan pangan jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru bersama tim jejaring keamanan pangan daerah Kota Semarang yang kita hadir dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Perikanan, Perdagangan, Satpol PP, Satgas jaminan produk pangan Kemenag dan LP2K. Ini rangkaian dilakukan sejak 28 November sampai 2 Januari 2025,” jelas Kepala Balai BPOM Semarang, Lintang Purba Jaya di daerah Siliwangi, Selasa (17/12/20024).
Hasil pemeriksaan ditemukan produk kadaluarsa termasuk pada kemasan parcel. Beberapa barang juga kurang tepat dalam penyimpanan atau etalase. Beberapa produk juga tak memiliki izin edar terutama produk segar seperti sayur dan daging.
“Tadi di Pasar Mangkang, kita ini di Siliwangi yang hasilnya hari ini pengawasan pangan olahan ditemukan produk edar atau kadaluwarsa khususnya di kemasan pada parcel,” ujar Lintang.
“Ada produk edar berlogo halal tapi tidak ada ID. Penting dicantumkan. Ada sebagian makanan belum disertifikat halal,” ucap Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Setyo Handayani.
Lintang menjelaskan sudah ada 43 sarana termasuk swalayan dan pasar modern yang ditinjau. Hasilnya 55 persen memenuhi syarat sedangkan sisanya ada produk yang tidak memenuhi syarat.
“Semarang sudah lakukan pemeriksaan 43 sarana distributor pangan termasuk swalayan dan pasar modern. Hasilnya 55 persen penuhi syarat. Sisanya 45 persen tidak memenuhi syarat. Paling banyak soal pangan rusak. Banyak yang dijual di dalam etalase dan beberapa pangan tanpa izin edar pangan, produksi rumah tangga,’ tegas Lintang.