Banjir yang menerjang wilayah Grobogan akibat jebolnya tanggul sungai Tuntang pada Senin (20/1/2025), turut merendam jalur rel kereta api di KM 32+5/7 antara Stasiun Gubug- Stasiun Karangjati. Akibatnya perjalanan kereta api Semarang- Surabaya terhambat.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Grobogan, mengatakan jalur KA Semarang- Surabaya bahkan tak hanya tergenang yapi menjadi aliran sungai karena air mengalir deras di atas rel kereta api, Selasa (21/1/2025).
Derasnya aliran air banjir, menggerus dasar rel kereta di desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati.
“Masih tergenang air. Kami terus melakukan penanganan intensif terhadap dampak banjir yang terjadi di Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug- Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan,” tutur Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, Selasa (21/1/2025).
Guna kelancaran pelayanan operasional dan keselamatan, dilakukan rekayasa pola operasi dengan pengalihan rute perjalanan.
Kereta api dari Surabaya menuju Semarang yang semula melalui rute Surabaya- Cepu- Gubug- Brumbung- Semarang, dialihkan memutar menjadi Surabaya- Cepu- Gambringan- Gundih- Kedungjati- Brumbung- Semarang dan sebaliknya.
Kereta api pertama yang menerapkan pola operasi jalan memutar ini yakni, KA No.227 Blora Jaya dengan relasi Cepu- Semarang Poncol.
PT KAI juga telah menerjunkan petugas sejak Senin malam (20/1/2025) guna menambal landasan rel kereta, namun belum juga berhasil karena derasnya air dari lintasan Sungai Tuntang tersebut.
“Untuk mempercepat penangsnan, KAI Daop 4 Semarang telah mengerahkan 1 rangkaian kereta api pengangkut batu kricak beserta material lainnya seperti pasir, bantalan rel dan besi. Material ini digunakan oleh petugas prasarana KAI Daop 4 Semarang untuk memperbaiki jalur dan mengatasi luapan air di lokasi terdampak. Proses penanganan terus dilakukan secara intensif agar jalur dapat segera digunakan kembali,” jelas Franoto.
KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan kereta api akibat banjir ini. Bagi pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanannya, tiket dapat dibatalkan di stasiun pelayanan tiket terdekat, dan bea tiket akan dikembalikan 100% (diluar biaya pemesanan).
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala,” terang Franoto.