Sebuah pohon di Ngaliyan tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang pada Minggu (2/2/2025) sekira pukul 07.00 WIB. Pohon tumbang tersebut menimpa sebuah mobil merek Isuzu Panther berwarna biru, akibatnya lima orang yang merupakan satu keluarga mengalami luka luka.
Video terkait kejadian ini beredar di media sosial instagram, salah satunya akun @infokejadian_semarang. Dalam unggahannya nampak sebuah mobil berwarna biru mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon tumbang.
“Pohon tumbang lur, lokasi di cedak Kedung Pane Ngaliyan, pohon tumbang nibani mobil panther nganti mobile penyok, semoga tidak ada korban jiwa. (Pohon tumbang lur, lokasi di dekat Kedungpane Ngaliyan, pohon tumbang menimpa mobil panther hingga mobilnya penyok, semoga tidak ada korban jiwa),” tulis akun @infokejadian_semarang dalam unggahannya pada Minggu (2/2/2025).
Dalam video tersebut nampak para warga sekitar dan relawan yang membantu mengevakuasi para korban, ada juga warga yang membantu mengatur lalu lintas yang terhambat akibat kejadian ini.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pagi, saat mobil Isuzu Panther tengah melintas di ruas Jalan Kedungpane Ngaliyan, tiba tiba pohon tumbang dan menimpa mobil tersebut.
“Kronologinya saat mobil jenis panther nomor K 1231 BQ warna biru sedang melintas, tiba- tiba pohon tumbang mengenai mobil tersebut, kurang lebih kejadiannya ya jam 07.00 WIB pagi tadi,” jelas Endro, Minggu (2/2/2025).
Lima korban yang terdiri atas ayah, ibu dan tiga orang anak mengalami luka- luka akibat kejadian ini, satu orang anak masih dirawat di RSUD Adhyatma Tugurejo. Mereka merupakan warga Ngaliyan.
Diduga pohon tumbang dikarenakan hujan deras dan angin kencang yang sudah beberapa hari melanda Kota Semarang.
“Kondisinya memang kerusakan cukup parah dan kita tahu ya berturut- turut kan hujan disertai angin kencang. Kita sudah pernah menghimbau masyarakat berhati- hati terutama saat angin kencang disertai hujan,” jelas Endro.
Pihak BPBD Kota Semarang telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang untuk melakukan pemangkasan pohon yang dinilai rawan tumbang.
“Pohon yang sudah relatif tua dan dianggap rawan membahayakan itu pasti dipotong. Kita berharap tidak ada musibah yang sampai memakan korban jiwa,” pungkas Endro.