Ratusan rumah warga di Kabupaten Grobogan (6/2/2024) terendam banjir, tercatat ada 29 desa yang tersebar di 10 kecamatan Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Penawangan, Purwodadi, Godong, Toroh, Geyer, Tawangharjo dan Tanggungharjo.
Banjir bandang ini diduga terjadi karena curah hujan yang tinggi sejak senin (5/2), sehingga menyebabkan sungai Lusi, Serang dan Tuntang meluap ke pemukiman warga hingga ke jalan Semarang- Purwodadi dan juga Salatiga - Purwodadi.
Ketinggian air di berbagai wilayah cukup tinggi, seperti di Perumahan Permata Hijau ketinggian air mencapai 40- 60cm, Kampung Banaran dan Kebondalem ketinggian air antara 30- 50cm, sementara di Jalan Raya Dr. Sutomo dan Simpang Lima Purwodadi ketinggian air mencapai 30- 40cm.
“Omahe ambruk, astagfirullah astagfirullah, omahe sopo kwi” (rumahnya roboh, astagfirullah rumahnya siapa itu?)
“Beh omahe koncoku ki, ya allah innalillahi, wonge do neng ndi iki” (Rumahnya temanku ini, Ya Allah orangnya pada dimana ini) dikutip pada video instagram @infokejadian_semarang.
Akibat banjir bandang ini, arus lalu lintas Jalan Semarang - Purwodadi lumpuh total, baik kendaraan yang menuju Purwodadi maupun sebaliknya memilih untuk berhenti dan menunggu air surut. Disarankan untuk pengguna jalan agar memutar lewat jalur lain.
Hingga kini pihak BPDB masih melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak dan jumlah rumah yang terendam dalam peristiwa ini.