Cuaca di Kota Semarang pada hari Selasa (19/8/2025) pukul 11.00 WIB yang tiba- tiba berubah dari cerah ke mendung gelap disertai angin kencang membawa petaka yang tak terduga.
Sebanyak 12 orang pemancing di Tambak Lorok, Semarang Utara dikabarkan hilang. Informasi terkait kejadian nahas ini diunggah oleh akun instagram @infokejadian__semarang.
“Inalillahi, info awal dikabarkan 12 orang pemancing hilang. Lokasi di Tambak Lorok. 2 orang ditemukan MD (Meninggal Dunia), Info lanjutan tunggu update,” tulis akun @infokejadian__semarang.
Tak berselang lama, akun tersebut kembali memberikan informasi tambahan bahwa 7 orang ditemukan selamat, 2 orang meninggal dunia dan 3 orang lainnya masih belum ditemukan.
Dikutip dari laman radarsemarang.com pada Rabu (20/8/2025) diketahui, 12 orang pemancing tersebut awalnya memancing di kawasan DAM merah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Selasa (19/8/2025), pada siang hari ketika cuaca tiba- tiba berubah buruk, mereka disapu oleh gelombang tinggi.
Identitas korban selamat yakni, Panijan (47) warga Kebonharjo, Semarang Utara, Sigit (45) dan Hartono (46) warga Kokosan, Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.
Andi Kurniawan (45) warga Tegalsari Perbalan, Kecamatan Candisari, dan yang bernama panggilan To, Sugeng serta Mbahe.
Dua korban meninggal dunia yang telah dievakuasi yakni Febriyanto alias Bagong (35) warga Gebang Anom Kecil, Sarirejo, Semarang Timur, dan Bagus Wicaksono (33) warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Tiga korban lain yang masih dalam pencarian yakni Pujo, Mono dan Wanto.
Diketahui kronologi kejadian bermula saat ke 12 orang pemancing berangkat dari Dermaga Tambak Lorok, sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan perahu sopek milik Singgik menuju DAM Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Usai mengantar ke 12 pemancing, perahu kembali ke Dermaga dan tiba pukul 08.00 WIB. Kondisi cuaca yang awalnya cerah tiba-tiba berubah pada pukul 11.00 WIB, Singgik yang melihat kondisi cuaca buruk khawatir dengan pemancing yang ia antar kemudian berinisiatif menjemput mereka.
Sampai di lokasi Singgik berhasil mengevakuasi 7 orang pemancing, selanjutnya dilakukan pencarian dan berhasil menemukan 2 orang korban yang telah meninggal dunia di perairan sekitar DAM tempat memancing.
Dua korban tersebut kemudian dievakuasi ke darat dan melakukan laporan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Semarang Utara, diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan luar.
Pihak keluarga korban yang mendapat kabar tersebut kemudian datang ke lokasi dan tidak menghendaki dilakukan otopsi di rumah sakit. Usai membuat surat pernyataan, jenazah kedua korban dibawa ke rumah duka menggunakan ambulance untuk proses pemakaman.
Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso mengatakan hal senada, ada lima orang pemancing yang terlempar ke laut diduga disebabkan gelombang laut, dua orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam tahap pencarian.
Salah satu korban selamat bernama Panijan mengaku selamat berkat menyelamatkan diri ke dekat tiang lampu yang posisinya lebih tinggi dibandingkan DAM Merah yang berada di bawahnya. Menurutnya pemancing yang berada di DAM Merah tersapu gelombang, sebelum pemilik perahu tiba di lokasi untuk menjemput mereka.